Belajar jadi ibu tidak selalu datang dari buku parenting atau nasihat orang sekitar. Kadang, justru dari cerita yang kita tonton pelan-pelan saat lelah. Lewat 5 film Netflix ini, kamu diajak melihat keibuan secara jujur, tentang kehilangan, pengorbanan, cinta, dan proses belajar yang tidak selalu rapi. Bukan untuk menggurui, tapi untuk menguatkan dan mengingatkan bahwa kamu tidak sendirian dalam perjalanan menjadi ibu.
Belajar jadi ibu ternyata nggak selalu datang dari buku parenting tebal atau nasihat yang kadang bikin kepala penuh. Belajar jadi ibu juga bisa dari film yang kamu tonton ambil rebahan, di sela me time yang jarang, atau saat hati lagi capek tapi nggak tahu harus cerita ke siapa. Dari layar kecil itu, kita belajar tentang sabar, lelah, cinta, dan luka yang sering kali nggak pernah dibahas terang-terangan. Kalau kamu sedang belajar jadi ibu, akan jadi ibu, atau mungkin masih bertanya-tanya “aku sudah cukup baik belum?”, film-film Netflix ini layak kamu tonton pelan-pelan. Bukan untuk menggurui, tapi untuk menemani.
1. Pieces of a Woman (2020)
Belajar Menerima Kehilangan sebagai Bagian dari Keibuan.
Film ini berat. Serius. Dan kamu nggak salah kalau merasa sesak saat menontonnya. Pieces of a Woman menunjukkan sisi keibuan yang jarang dibicarakan: kehilangan, rasa bersalah, dan sunyi setelah melahirkan. Ini bukan cerita tentang belajar jadi ibu yang kuat sepanjang waktu. Ini tentang perempuan yang mencoba bertahan ketika mimpi tentang keibuan hancur di depan mata.
Pelajaran sebagai ibu:
Kadang, menjadi ibu juga berarti belajar merelakan. Dan itu tidak membuatmu lemah.
2. The Mother (2023)
Naluri Ibu yang Tidak Pernah Mati.
Di balik adegan action dan ketegangan, The Mother sebenarnya adalah cerita tentang naluri keibuan yang sangat primal. Tentang ibu yang harus menjauh dari anaknya, bukan karena tidak cinta, tapi justru karena ingin melindungi. Film ini mengingatkan kita bahwa cinta ibu tidak selalu tampil lembut. Kadang bentuknya adalah keputusan yang mungkin saja menyakitkan.
Pelajaran sebagai ibu:
Cinta ibu tidak selalu hadir secara fisik, tapi selalu hidup dalam keputusan-keputusan sulit.
3. Blue Miracle (2021)
Mengasuh di Tengah Keterbatasan.
Meski tokoh utamanya bukan ibu biologis, film ini diam-diam menampar kita soal makna mengasuh. Anak-anak yang “tidak diinginkan” bisa tumbuh karena ada orang dewasa yang memilih bertahan, meski serba kurang.
Film ini cocok kalau kamu pernah merasa:
“Aku belum cukup mampu.”
“Aku bukan ibu yang ideal.”
Pelajaran sebagai ibu:
Anak tidak butuh orang tua yang sempurna. Mereka hanya butuh seseorang yang mau hadir dan mencoba.
4. Roma (2018)
Keibuan yang Sunyi dan Penuh Pengorbanan.
Film Roma tenang, tapi mampu menghantam perasaan secara pelan-pelan. Film ini berbicara tentang perempuan, pengasuh, ibu, dan mereka yang merawat anak orang lain sambil memendam luka sendiri. Ada begitu banyak perempuan yang belajar kuat tanpa pernah diminta. Dan sering kali, tanpa pernah diberi penghargaan.
Pelajaran sebagai ibu:
Mengasuh sering kali berarti mengorbankan diri, dan pengorbanan itu pantas dihargai.
5. Yes Day (2021)
Belajar Mendengar Dunia Anak
Film ini ringan, menyenangkan, tapi pesannya dalam. Lewat satu hari penuh kata “iya”, orang tua dipaksa melihat dunia dari sudut pandang anak. Dan mungkin, kamu akan sadar, selama ini bukan anak yang terlalu banyak mau, tapi kita yang terlalu jarang mendengar.
Pelajaran sebagai ibu:
Kadang yang anak butuhkan bukan aturan baru, tapi perasaan didengar.
Menjadi Ibu Itu Proses, Bukan Tujuan
Tidak ada film yang bisa mengajarkan cara menjadi ibu yang “paling benar”. Tapi film-film ini bisa menemani prosesnya, belajar jadi ibu versi terbaikmu dengan membuatmu merasa tidak sendirian, tidak aneh, dan tidak gagal. Belajar jadi ibu bukan soal tahu segalanya. Tapi soal mau belajar, pelan-pelan. Sambil jatuh, bangun, dan memaafkan diri sendiri. Kalau kamu punya rekomendasi film lain tentang keibuan lainnya, mungkin itu juga cerminan dari perjalananmu sendiri.

