Seorang wanita sedang melamun membandingkan dirinya.

Apa yang Terjadi Saat Kita Sedang Membandingkan Diri Sendiri?

Apakah boleh membandingkan diri sendiri dengan orang lain? Kalau kamu sedang mencari jawaban atas pertanyaan itu, mungkin kita bisa melihatnya dari sudut pandang yang sedikit berbeda. Daripada bertanya, “Boleh atau tidak?”, coba tanyakan, “Kenapa aku sering membandingkan diri dengan orang lain?” Atau, “Apa yang sebenarnya aku rasakan ketika mulai membandingkan diriku dengan orang lain?”

Pertanyaan seperti ini membawa kita sedikit lebih jauh. Kita tidak lagi sibuk menilai apakah kebiasaan tersebut benar atau salah, tetapi mulai mencoba memahami apa yang sedang terjadi dalam diri sendiri. Ini disebut juga sebagai self-awareness. 

Dampak Membandingkan Diri Vs Self Awareness

Sebelum membahas lebih dalam tentang apa yang sebenarnya terjadi saat kita membandingkan diri, kamu perlu memahamai bahwa secara psikologis, membandingkan diri sendiri dengan orang lain adalah aktivitas yang sangat manusiawi dan hampir dialami semua orang.

Jadi, sebenarnya kamu tidak perlu merasa bersalah, karena membandingkan diri bukanlah hal yang sepenuhnya buruk, melainkan tanda bahwa otak sedang berkembang dan memberikan dorongan untuk maju. Yang menjadi masalah adalah ketika kamu tidak punya kendali atas dorongan yang diberikan oleh otak. Alhasil, banyak orang yang tidak menyadari kapasitas dirinya, sehingga menggunakan kemampuan otaknya yang sedang berkembang hanya untuk tenggelam dalam rasa cemas dan minder. 

Oleh sebab itu, kemampuan self-awarenes penting untuk kamu latih. Self-awarenes atau kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengenali pikiran, perasaan, kelebihan dan juga kekurangan diri sendiri secara lebih objektif.

Untuk lebih singkatnya, mari kita lihat tabel dampak buruk membandingkan diri dengan orang lain dan self-awareness:

Dampak Buruk Membandingkan Diri

Dampak Memiliki Self-Awareness

Mudah stress dan cemas Mampu mengelola emosi, sadar bahwa stress dan cemas muncul akibat membandingkan diri dan bisa meredakannya dengan tenang
Selalu merasa tidak mampu, tertinggal dan tidak berharga Mampu menerima batasan diri tanpa menghakimi diri sendiri
Tidak puas atas pencapaian diri Fokus pada potensi dan arah hidup dari pada mengikuti standar orang lain

Mengenal Apa yang Terjadi Saat Membandingkan Diri

Sudah paham apa saja dampak membandingkan diri danbagaimana self-awareness dapat memberikan emosi negatif? Sekarang kamu bisa melangkah lebih jauh untuk mengenal apa yang sebenarnya terjadi pada otak saat kamu sedang membandingkan diri.

Contoh:
Di era digital saat ini, aktivitas membandingkan diri sering kali dilakukan tanpa sengaja. Awalnya hanya scrolling media sosial, lalu melihat teman memposting foto saat dia mendapatkan pekerjaan baru. Tidak lama setelah itu, kamu melihat teman lainnya meng-update story saat sedang membeli rumah. Ada juga yang mendapatkan pasangan dan akan segera melangsungkan pernikahan. Kamu mengira mereka semua menikmati hidup mereka dengan sangat baik dan lancar. Lambat laun kamu mulai kepo tentang bagaimana kabar mereka selanjutnya. Alhasil, aktivitas scrolling media sosial itu berkembang dan berakar, membuat kamu merasa tertinggal dan lebih daripada itu, hati dan pikiranmu jadi mudah cemas.

Lalu kamu mulai mempertanyakan, apakah boleh membandingkan diri sendiri dengan orang lain? Dalam hal ini, kamu perlu menyadari:

  • Manusia secara alami mencari informasi dari lingkungan sosial
  • Kita ingin mengetahui bagaimana kemampuan, pilihan, atau kehidupan kita dibandingkan dengan orang lain. 
  • Otak manusia memiliki alarm bahaya (Dorsal Anterior Cingulate Cortex) yang akan langsung bereaksi saat kamu merasa ditolak atau diasingkan
  • Otak kita juga memiliki pusat kepuasan yang digerakkan oleh Ventral Stiatum (VS) yang akan menyadari posisi negatif atau positif (dalam hal ini, posisi di bawah orang lain)
  • Otak manusia juga bisa overload dan kelelahan fungsi logika, yang dapat menghilangkan kemampuan untuk berpikir jernih bahwa apa yang ditampilkan orang lain di sosial media hanyalah potongan terbaik dari hidup mereka

Self-Awareness, Membantu Menguba Fungsi Membandingkan Diri

Ketika membandingkan diri dengan potongan kehidupan orang lain, kita sebenarnya sedang membandingkan kehidupan lengkap kita dengan informasi yang sangat terbatas tentang orang tersebut. Hal ini dapat menghasilkan penilaian yang tidak seimbang.

Sebagai contoh:
Media sosial membuat persoalan menjadi lebih kompleks. Kita biasanya melihat hasil akhir seseorang: pekerjaan baru, perjalanan, pencapaian, hubungan, atau foto kehidupan sehari-hari yang terlihat menyenangkan tanpa mendapatkan informasi lengkap mengenai proses bagaimana mereka bisa mendapatkan berbagai macam hal tersebut. Melalui kesadaran diri, kamu dapat belajar mengenali perasaan iri dan cemas tanpa menghakimi diri sendiri. 

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan:

  • Berhenti sejenak, meluangkan waktu untuk merenung
  • Mengakui perasaan iri dan cemas yang muncul
  • Fokus pada diri sendiri, ingat pada proses yang sudah pernah dilalui, bagaimana mencapainya, dan apa tujuan hidup saat ini
  • Kurangi distraksi atau pemicu seperti melihat sosial media hampir setiap menit
  • Belajar bersyukur atas hal kecil yang ada di sekelilingmu

Yuk Kenali Kekurangan, Kelebihan, dan Potensi Diri Sendiri!

Daripada berusaha sepenuhnya berhenti membandingkan diri, kita bisa mengubah cara menggunakan informasi tersebut. Ketika melihat seseorang memiliki sesuatu yang kita inginkan, kita bisa bertanya, “Apa yang sebenarnya saya inginkan dari hal ini?” Pertanyaan tersebut mengubah perbandingan menjadi informasi tentang kebutuhan atau tujuan pribadi.

Pada akhirnya, membandingkan diri merupakan bagian dari kehidupan sosial. Yang penting adalah memahami kapan perbandingan membantu kita belajar dan kapan justru membuat penilaian terhadap diri menjadi tidak realistis.

Kita tidak harus berhenti melihat kehidupan orang lain. Kita hanya perlu memastikan bahwa kehidupan orang lain tidak menjadi satu-satunya alat untuk mengukur kehidupan sendiri. Kalau kamu ingin mengenal diri sendiri sedikit lebih jauh, kamu bisa melanjutkannya lewat template refleksi dari Seperti Anak.

Gunakan template ini untuk mencatat apa yang kamu rasakan, mengenali pola yang muncul, dan memberi ruang untuk memahami diri sendiri tanpa terburu-buru menghakimi.

Unduh template gratis dan mulai dari hal-hal kecil yang kamu rasakan hari ini.